‘Show and Tell’ creative writing by @radityadika

Hai hai hai :D Kembali lagi bersama KARIN di sini :D

Kali ini Karin akan membahas tentang teknik penulisan, yang mungkin anda-anda semua belum terlalu tahu. Cara-cara penulisan ini Karin ambil dari twitter nya @radityadika itu lho, penulis buku Kambing Jantan :)

Oke, langsung aja mulai ya :P

1. Salah satu teknik penting dalam menulis adalah “showing vs telling”. Apakah itu?

2. Showing = memperlihatkan. Telling = memberitahu. Penulis yg baik akan sering memakai showing daripada telling. Contohnya..

3. Seorang penulis yg menulis “Tono sedang ketakutan” berarti memberitahu (telling) pembaca bahwa Tono takut, nah kalo showing..

4. Penulis tersebut akan menulis: “Tono menyilangkan tangannya, dia menelan ludah, bulu kuduknya tidak bisa berdiri semalaman.”

4. Penulis tersebut akan menulis: “Tono menyilangkan tangannya, dia menelan ludah, bulu kuduknya tidak bisa berdiri semalaman.”

5. Kedua kalimat tadi sama2 membuat kita jadi tahu bahwa Tono takut. Tapi yang satu showing, yang satu lagi telling..

6. Showing membuat pembaca punya gambaran visual tentang Tono takut, ini akan membuat cerita kamu lebih hidup di kepala pembaca..

7. Dengan menggunakan showing, efeknya akan lebih kuat, cerita lebih terasa. Kita seolah2 bisa “melihat” Tono takut..

8. Menggunakan showing juga membuat pembaca akan engaged dan berpikir. Jadi pembaca terlibat dalam tulisan kamu..

9. Showing juga lebih meyakinkan kepada pembaca bahwa Tono memang takut, daripada kita telling begitu saja..

10. Boleh gak kita menggunakan telling daripada showing? Boleh.. Tapi kapan?

11. Pakailah telling ketika, 1) hal tersebut tidak terlalu penting (Tono lupa mandi). 2) informasinya membosankan (Tono sarapan)..

12. ..3) jika informasi itu lebih gampang di-telling (seperti memberitahu Tono dari Jakarta, daripada showing Tono dari Jakarta).

13. Sekian tentang showing vs telling. Coba aja di tulisan kamu. :)

Oh ya, Karin numpang eksis twitter Karin ya :) mohon sedekah follow nya –> @karinturtle <– kalau mau di follow back, tinggal mention aja, “@xxxxx : @karinturtle Karin yang keren, saya di follow back donk *kedipkedip” #mintadigampar. hehehehe.

‘Workshop Menulis’ by @radityadika

Nih, satu lagi persembahan @radityadika via twitter.

Penasaran apa yang dia tulis?

Langsung saja, Please Welcome! :P

1. Yang penting dlm workshop menulis sebenarnya adalah group criticizing: masing-masing peserta mengkritik hasil tulisan peserta lainnya

2. Hal ini penting, karena 1) peserta terbiasa mencari kesalahan dalam tulisan orang lain, untuk diaplikasikan dalam tulisannya sendiri

3. 2) Peserta juga terbiasa menerima kritikan dari orang lain. Ini penting banget karena banyak penulis merasa karyanya adalah masterpiece

4. Penulis yang baik tahu bahwa karyanya bukan masterpiece, tapi sebuah karya yang jelek, dan harus terus menerus diperbaiki

5. Because, in the end: writing is rewriting. Your first draft is not everything. It’s your final draft what matters

6. Kasih karya kamu ke teman untuk dikritisi. Jangan marah kalau dikritik teman. Karena kritikan pembaca-pembaca nanti lebih kejam dari kritikan teman

7. Komedi justru salah satu jenis penulisan yang membutuhkan rewriting berkali-kali. Menemukan punchline yang pas itu susahnya amit-amit

8. Kapan stop rewriting? Ketika draft yang kita kerjakan cuma kita ubah titik-komanya doang, itu saatnya kita stop. Itu final draftmu

9. Pokoknya: just shut up and write. Jangan bikin alesan, jangan nunda-nunda. Writing is a discovery. Get lost in your own story.

Nah cukup sekian dari Raditya Dika :)

Karin mau numpang eksis di sini. GO FOLLOW —> @karinturtle :P

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.